This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 6 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 08 Februari 2012

SEMIOTEXT

SEMIOTEXT (E) Pembicaraan di Los Angeles Seni Kontemporer
Semiotexte menampilkan tiga acara: David Wojnarowicz : Sejarah definitif lima atau enam tahun di sebelah timur lebih rendah samping percakapan dengan Sylvere Lotringer dan Jennifer Doyle; Chris Kraus, Ketika Seni Milik-pembacaan oleh Chris Kraus, dan Halsted Plays sendiri-a membaca dan skrining dengan artis dan pembuat film William E. Jones.

David Wojnarowicz: riwayat definitif lima atau enam tahun di sisi timur lebih rendah
13:00, Sabtu

Sylvere Lotringer dan Jennifer Doyle pada seniman David Wojnarowicz. Pada bulan Februari 1991, artis David Wojnarowicz (1954-1992) dan filsuf Sylvere Lotringer bertemu di sebuah apartemen Timur dipinjam Desa untuk melakukan dialog lama ditunggu-tunggu pada pekerjaan Wojnarowicz itu. Wojnarowicz kemudian pada puncak ketenaran sebagai antagonis sengit moral tentara salib Senator Jesse Helms-sebuah ketenaran yang Wojnarowicz bergantian memeluk dan ditolak. Sudah menderita tahap akhir AIDS, David melihat dialog dengan Lotringer sebagai kesempatan untuk meluruskan pada aspirasinya, sejarah pribadinya, dan pandangan politiknya.

Sylvère Lotringer adalah kritikus sastra dan teori budaya. Sebuah kontemporer muda dari Gilles Deleuze, Félix Guattari, Jean Baudrillard, Paulus Virilio dan Michel Foucault, ia paling dikenal karena teori sintesis Perancis dengan Amerika sastra, budaya dan arsitektur avant-garde gerakan melalui karyanya dengan Semiotext (e), dan untuk-Nya interpretasi dari teori Prancis dalam konteks abad ke-21.

Jennifer Doyle mengajarkan sastra Amerika, studi gender, dan studi visual. Dalam buku Sex Objek nya: Seni dan Dialektika of Desire (Minnesota, 2006), Doyle menunjukkan bagaimana pernyataan bahwa sebuah karya seni adalah "tentang seks" mengungkapkan sangat sedikit tentang pekerjaan, artis, atau penonton.

Chris Kraus, Ketika Seni Milik
14:00, Sabtu

Chris Kraus akan membaca dari 2011 bukunya MANA ART MILIK, yang meneliti perusahaan artistik terbaru yang merebut kembali penggunaan waktu hidup sebagai suatu material. Memperluas argumen dimulai dalam buku sebelumnya nya, VIDEO HIJAU, Kraus berpendapat bahwa "dunia seni yang menarik hanya sejauh yang mencerminkan dunia yang lebih besar di luarnya." Review Buku Glasgow menggambarkan MANA ART MILIK sebagai "hasutan untuk menemukan seni, untuk membaca dengan cara yang heroik, dan untuk menciptakan sejenak;" Bookforum memuji nya "tersembunyi teoritis poeticism dan menakutkan." "Dalam MANA MILIK ART," Alina Astrova menulis, "teori seni menjadi filsafat politik ... cara menetapkan suatu cara hidup di luar konvensi kapitalis."

Chris Kraus adalah penulis empat novel dan dua buku esai seni. Penerima Award Mather Frank di Kritik Seni dan seni Warhol Yayasan menulis hibah, dia telah digambarkan oleh Holland Cotter di New York Times sebagai "salah satu penulis kami cerdas dan asli tentang seni dan budaya."

Halsted Dimainkan Sendiri
15:00, Sabtu

Semiotext (e) menyajikan seniman ternama dan pembuat film William E. Jones yang akan membaca bagian pilih dari buku barunya, Halsted Plays sendiri. Dia juga akan menyaring segmen LA Plays Hakikat: ". Informasi baru bagi saya" sebuah, eksplisit secara seksual otobiografi, film eksperimental yang meninggalkan New York skrining bahkan Salvador Dalí berulang kali bergumam Halsted, seorang pembuat film otodidak, ditembak film selama tiga tahun di Los Angeles sekarang-lenyap, sebuah kota sekaligus pedesaan dan curang. Dalam Halsted Plays sendiri, Jones mendokumentasikan usahanya untuk menangkap personas publik dan swasta sulit dipahami Halsted-untuk membidik pada identitas penuh dengan kontradiksi.

William E. Jones adalah seorang seniman dan pembuat film yang mengajar sejarah film di College Art Center of Design di Pasadena. Dia telah membuat dua film panjang eksperimental, Massillon (1991) dan Selesai (1997), video pendek, termasuk Kejatuhan Komunisme sebagai Dilihat dari Pornografi Gay (1998), film dokumenter panjang fitur Is It Really Jadi Aneh? (2004), dan instalasi banyak video. Film dan video adalah subjek Retrospektif di Tate Modern, London, pada tahun 2005, dan pada Anthology Arsip Film, New York, pada tahun 2010.

Semiotext (e) dikenal diperkenalkan teori Prancis untuk pembaca Amerika telah menjadi salah satu penekanan yang paling berpengaruh di Amerika independen sejak didirikan lebih dari tiga dekade lalu.

sumber : http://artlosangelesfair.com/pressitem-59

Jumat, 03 Februari 2012

Naskah-Naskah TEATER FATARIA



TEATER FATARIA dalam proses penggarapan teaternya kebanyakan menggunakan Naskah-Naskah yang ditulis oleh anggota-anggotanya sendiri, dalam proses penggarapan Teater Teater Fataria memang jarang menggunakan Naskah-Naskah yang sudah ada atau Naskah yang ditulis oleh Orang lain, tapi bukan berarti tidak pernah mementaskan Naskah Orang lain. Hal ini karena Teater Fataria lebih ingin Memaksimal Potensi Kader-kadernya Agar tetap berusaha menulis Naskah yang ditulis sendiri. Dalam Pembuatan Naskah-naskah yang ditulis oleh anggota-anggotanya tidak lepas dari Kajian RUTINITAS Tentang Pembuatan NASKAH agar supaya naskah yang ditulis tidak asal-asalan & tidak memuat makna di dalamnya, karena kami bertujuan agar Naskah-Naskah yang ditulis memuat ide-ide kreatif, temuan-temuan Konflik yang terjadi disekitar dengan Referensi yang ada sehingga memberikan ruang APRESIASI KREATIF kepada Audien & para Penikmat seni.

Adapun NASKAH-NASKAH TEATER DIBAWAH INI merupakan naskah-naskah yang ditulis oleh beberapa anggota teater fataria :
1. Naskah "PENGEMBARA ANASIR" ditulis : Mulyadi CHINGHONG


Pengembara cinta yang berlumut di samudra berlayar dengan kapal Kencana utuk menyingkap tabir-tabir raksasa pada diri manusia dengan perenungan anashir (unsur-unsur manusia), sekaligus memperkenalkan manusia yang api, manusia yang air, manusia yang angin, dan manusia yang tanah, harapan cinta hadir dengan kebijaksanaan pada manusia yang latif. Sebab manusia sempurna adalah manusia yang unsur di tubuhnya dalam keadaan seimbang, yaitu angin, api, air dan tanah Dalam kondisi labil, baru manusia dapat mencoba untuk belajar spiritual dengan baik. Namun ketidakpahaman manusia menyebabkan banyak yang terjerumus untuk mencari kekuatan (bukan spiritual), tentu sangat berbeda. Tujuan seperti itu akhirnya dapat menimbulkan ego. Lambat laun dapat mencelakakan orang lain dan diri sendiri. Mengapa belajar kesaktian dapat membelokan arah / tujuan hidup? Karena manusia dapat belajar kesaktian bila unsur pada tubuhnya menjadi tidak seimbang, ini yang cukup sakral perlu ditelaah ulang bagi orang yang ingin tahu.
contoh : manusia dapat mematahkan/membengkokkan besi, karena unsur api di tubuhnya ditingkatkan. Namun apa yang terjadi? Bila (unsur) di tubuhnya menjadi tidak seimbang. Tentu akan sulit untuk berada dalam kondisi 'manusia'. Sehingga sulit untuk terhubung dengan Tuhan.
DOWNLOAD NASKAHNYA DISINI :
http://www.mediafire.com/?2m2e3w7p7sgbp2c
Pasword Mediafire : teara

2. Naskah "LUKA" ditulis Hady Francesca


Luka adalah sebuah nama yang selalu menghantui seseorang yang kadang membuatnya tersenyum kadang pula bisa membwa ke duania mimpi yang semakin jauh meninggalakan alam kesadarannya… sudah banyak cara dilakukan untuk menaklukkan luka namun lagi-lagi luka selicin belut yang sulit dikuasai… latas bagaimana cara membutnya yakin luka yang bisa membutanya bernafas lebih lama… apakah dengan cara memaksakan sebuah cinta yang memang sulit dipaksakan… apakah dengan segala perjuangannya bisa menguasai luka dan tak meluakai rasa…? Pertunujukan ini yang akan menjawabnya…?
DOWNLOAD LENGKAP NASKAHNYA DISINI :
http://www.mediafire.com/?v5y674243dhra0k
Pasword Mediafire : teara

3. Naskah "SIAL" ditulis MAWARDI
Kerlip mata malammu, jumpalitan jatuh ke cahaya mukaku. Kita memang tak saling bersama, sebab ruang tempat aku duduk di balik meja melihat cakrawala, begitu jauhpada batas dimensimu. Disini telentang sendiri, menatapmu, pendal-pendal kristal bertabur, yang indah karena berserakan, kerlipnya, jumpalitan bintang-bintang di sana, aku menakar batas akhir kemampuanku, menjangkau sumbercahaya.
DOWNLOAD NASKAH LENGKAPNYA DISINI :
http://www.mediafire.com/?v5jh4ba44q9g7k2
Pasword mediafire : teara

Download NASKAH TEATER GRATIS



Salah satu ciri teater modern adalah digunakannya naskah yang merupakan bentuk tertulis dari cerita drama yang baru akan menjadi karya teater setelah divisualisasikan kedalam pementasan. Naskah teater pada dasarnya adalah karya sastra dengan media bahasa kata. Mementaskan drama berdasarkan naskah drama berarti memindahkan karya seni dari media bahasa kata ke media bahasa pentas. Dalam visualisasi tersebut karya sastra kemudian berubah esensinya menjadi karya teater. Pada saat transformasi inilah karya sastra bersinggungan dengan komponen-komponen teater, yaitu sutradara, pemain, dan tata artistik.
Naskah lakon sebagaimana karya sastra lain, pada dasarnya mempunyai struktur yang jelas, yaitu tema, plot, setting, dan tokoh. Akan tetapi, naskah lakon yang khusus dipersiapkan untuk dipentaskan mempunyai struktur lain yang spesifik. Struktur ini pertama kali di rumuskan oleh Aristoteles yang membagi menjadi lima bagian besar, yaitu eksposisi (pemaparan), komplikasi, klimaks, anti klimaks atau resolusi, dan konklusi (catastrope). Kelima bagian tersebut pada perkembangan kemudian tidak diterapkan secara kaku, tetapi lebih bersifat fungsionalistik.

1. Naskah "AENG" Putu Wijaya
http://www.mediafire.com/?ybl2ewbu58n3b83
2. Naskah "ANAK SIHIR" Juslifar M Junus
http://www.mediafire.com/?0ka4h83uqv57cpk
3. Naskah "ARWAH-ARWAH" W.B. YEATS terjemahan Suyatna Anirun
http://www.mediafire.com/?av64rljd5ft573p
4. Naskah "BADAI SEPANJANG MALAM" Max Arifin
http://www.mediafire.com/?556zepmaqmmdd7z
5. NASKAH "BALADA SAHDI- SAHDIA" Max Arifin
http://www.mediafire.com/?grtoraxfah18is9
6. NASKAH "BARA (embers)" Samuel Beckett (terjemahan)
http://www.mediafire.com/?3df4jywjno8zhwd
7. DLL

MENGENAI LINK LENGKAP DOWNLOAD KOLEKSI NASKAH-NASKAH TEATER DISINI :
http://www.mediafire.com/?8kt81oh8mmm99

Naskah Monolog PUTU WIJAYA

T R I K
Putu Wijaya
Ada wartawan, entah karena kurang sumber berita, entah karena halaman korannya kurang iklan, entah karena mau cari gara-gara, supaya bisa merebut perhatian pembaca, mencegatku ketika pulang dan bertanya:
Ada kabar burung, apa betul Ente tidak bangga lagi menjadi orang Indonesia?
Tidak menunggu lagi dia mengulang pertanyaannya, aku jawab secara jantan: tidak! Dan ketika dia mengulangi pertanyaannya untuk meyakinkan aku, apa sebenarnya inti dari yang ditanyakannya, aku tak menunggu lagi dia komplit bicara. Langsung saja kusergap: tidak, tidak dan tidak! Wartawan itu manggut-manggut sambil tersenyum. Nampaknya jawaban itu benar-benar memuaskannya. Sebab sesudah itu dia tidak bertanya lagi. Tanganku dijabat dan diguncang-guncangnya, sambil berbisik:
Dari semua orang yang sudah aku wawancarai, hanya kau yang bisa menjawab dengan cepat, sederhana tetapi jelas. Yang lain berpikir dululama, seringkali menyanyi ke Barat ke Timur, mengutip berbagai ucapan orang lain, lalu menjelaskan sejarah, antropologi, sosiologi, psikologi, filsafat, tetapi akhirnya mengembalikan pertanyaan itu kepadaku: Pendapat Anda sendiri bagaimana?

LINK DOWNLOADNYA DISINI :
http://www.mediafire.com/?oachrro2i123j21

Naskah Monolog AGUS NOOR

SARIMIN
Agus Noor
Senang sekali saya bisa ketemu Saudara semua. Ini kesempatan langka, bertemu dalam peristiwa budaya. Anda mau datang nonton pertunjukan ini saja sudah berarti menghargai peristiwa budaya, ya kan?! Hanya orang-orang yang berbudaya yang mau nonton peristiwa budaya. Jadi, bersyukurlah, kalau malam ini Anda merasa ge-er sebagai orang yang berbudaya. Soalnya, di negeri ini, manusia yang masuk dalam kategori manusia berbudaya itu lumayan tidak banyak. Jadi manusia berbudaya itu agak sama dengan badak bercula. Sama-sama langka.

Nah, salah satu ciri penonton berbudaya itu kalau nonton pertunjukan, selalu mematikan handphone. Ayo sekarang, silakan men-non atifkan-kan HP Anda, sambil berimajinasi seakan-akan Anda itu Presiden yang sedang men-non aktif-kan menteri Anda. Atau kalau selama ini Saudara punya bakat dan naluri membunuh, silakan diekspresikan bakat membunuh Saudara dengan cara membunuh handphone masing-masing.

Nanti, selama pertunjukan, juga dilarang memotret pakai lampu kilat. Nanti ndak jantung saya kaget. Di dalam gedung ini juga dilarang makan, minum atau merokok…. kecuali pemainnya.

Malam ini, saya akan bercerita tentang Sarimin. Perlu Anda ketahui, nama Sarimin ini bukanlah nama asli. Tapi nama paraban. Nama panggilan. Nama aslinya sendiri sebenarnya cukup keren: Butet Kartaredjasa..1 Mungkin nama ini kurang membawa berkah. Meski pun ada juga lho orang yang memakai nama Butet Kartaredjasa, lah kok nasibnya malah mujur: tersesat jadi Raja Monolog. Atau istilah yang lebih populisnya: pengecer jasa cangkem.

LINK DOWNLOADNYA DISINI :
http://www.mediafire.com/?tcq663v62j6x52h

Naskah Monolog

KORUPTOR BUDIMAN
SEORANG koruptor kakap mendadak muncul di kantor peradilan. Ia menyerahkan diri minta ditangkap. Beberapa petugas jaga – yang sebagian lagi ngobrol sambil nonton telenovela di televisi, dan sebagian lagi asyik main domino – langsung tergeragap kaget.
‘’Tolong tangkap saya,’’ koruptor ternama itu kembali bicara sambil mengulurkan kedua tangannya seolah-olah minta diborgol. Para petugas jadi langsung gemeteran. Apa tidak salah? ‘’Saya ingin jadi koruptor yang baik dan benar,’’ kata koruptor itu, sambil memandangi para petugas yang terheran-heran - juga agak ketakutan.
Tentu saja peristiwa itu langsung jadi berita besar. Puluhan wartawan segera mengerubungi sang koruptor. Dan koruptor itu pun langsung memberikan pernyataan-pernyataannya.
‘’Saya ingin memberi contoh kepada rekan-rekan koruptor lain, tak baik melarikan diri. Lebih baik duduk tenang di pengadilan. Kalau pingin sembunyi, bukankah persembunyian paling aman bagi koruptor justru ada di pengadilan. Kita nggak bakalan diperlakukan macam maling ayam. Paling ditanyai sedikit-sedikit basa-basi minta bagian hasil korupsi. Tak ada ruginya kalau kita berbagai rezeki sama hakim jaksa polisi. Anggap saja zakat buat mereka. Toh itu juga bukan uang kita.’’
Sejenak ia tersenyum, ketika kamera meng-close up wajahnya.
‘’Makanya saya di sini, minta diadili. Saya tak hendak membantah. Itu urusan para pengacara saya, karena untuk itulah mereka dibayar: membuat saya kelihatan tak bersalah.’’
‘’Jadi bapak tidak akan membantah kalau Bapak koruptor kakap?’’ cecar wartawan.
“Saya hanya ingin meluruskan anggapan keliru, yang menyatakan koruptor macam saya tak lebih benalu bangsa tak berguna. Koruptor macam saya jelas aset bangsa. Kamilah yang menggerakkan roda perekonomian. Dengan korupsi uang jadi terdistribusi. Terjadi pemerataan. Seperti pembangunan, korupsi juga terjadi di segala bidang. Kami tak pernah menikmati buat sendiri. Kami ikut nyumbang pembangunan rumah ibadah, menyantuni anak yatim, membantu korban bencana, menyokong olahraga, iuran tujuhbelasan. Banyak. Karena sebagai koruptor yang baik, kami tahu cara mengelabui. Dengan berbuat baik, kami menjadi dihormati. Duduk di depan bila ada hajatan, dan diminta bicara di pengajian.’’

LINK DOWNLOADNYA DISINI :
http://www.mediafire.com/?e6fr6gmzvyi8c55

Naskah Monolog IKUN SRI KUNCORO

IBU KITA RAMINTEN
Diangkat dari novel karya Muhamad Ali
Yang aku bayangkan adalah ruang pengadilan. Tapi ruang ini sekaligus juga harus hadir secara simbolik sebagai sebuah kungkungan, yang dengan itu berarti ia juga menindas, entah sebagai sebuah sistem (termasuk tata nilai, di sini) atau sesuatu hal yang lain yang muaranya pada konstruksi sosial.

Maka, bayangannya adalah pilar-pilar tiang dengan berbagai ukuran yang secara kompositif memberi efek visual menekan karena stage dalam pembayangannya hanya berisi sebuah tempat duduk terdakwa (Raminten), maka tiang-tiang ini harus dipermainkan dengan cahaya yang memberi aksentuasi atas suasana monolog Raminten. Jika ditemdukan ikon lain yang lebih menggugah tentu itu yang diharapkan.

Andai potensi teaternya mampu, yang aku bayangkan dari teater ini hanyalah teater auditif: sebuah rangkaian irama bunyi yang memukau (membuat penonton betah) yang muncul dari wilayah tekanik ucapan dan ilustrasi musik. Sehingga, Raminten tidak perlu beranjak dari kursi terdakwanya untuk sebuah spektakel yang lain.

Tetapi sejujurnya saya juga tak mengelak, andai prosesi latihan, proses penciptaan teater yang sesungguhnya memberikan penawaran lain yang sering tak terduga dan tak dibayangkan pada awalnya. Karena, sebenarnya, di situlah letak keajaiban teater.

"Panggung itu gelap, ketika lamat-lamat detak sepatu membentur ubin hadir semakin nyata dan berselah-selih dengan suara “ngremo” antara bunyi gamelan dan tembang, juga dentam besi dari gembok dan kerangkeng penjara. Sampai suasana menjadi".

LINK DOWNLOADNYA DISINI :
http://www.mediafire.com/?weci75jirovguor